track-26-final-festival-band-se-kota-depok
Masih di tahun 2005, Uprealband ikut serta dalam Festival Band se-Kota Depok.
Informasi mengenai festival tersebut pertama kali diketahui dari sebuah selebaran. Sponsor saat itu A-Mild.
Melihat selebaran itu, Bany langsung menunjukkan kepada Gerry.
"Serius lu Ban, bakal ikut festival ini?" tanya Gerry.
"Jajal aje bro, sama formasi sekarang. Kalah menang bodo amat, yang penting pengalaman," jawab Bany.
Jon langsung ikut tertawa....
"Lha lu lupa? Sebelum sama Apoy kita iseng doang malah juara dua, walau tingkat kelurahan, hahaha..."
"Oh iyak, yang waktu sebelum manggung muka kita didandanin, terus disuruh pakai celana batik ala Betawi itu ya?" sahut Gerry.
"Iya. Yang dandanin kita waktu itu Ikah," jawab Bany.
Ikah adalah kakak dari Aga.
Rumah mereka kebetulan tidak jauh dari @up-real studio.
Saat itu Aga sendiri seingat Bany masih SMP.
Dan karena rumahnya dekat, Aga juga sudah mulai sering main ke studio.
Kadang ikut membantu kalau anak-anak Upreal sedang menyablon.
"Iya. Eh gak taunya katanya jurinya itu Benny Tahir, mantan vokalis Whizzkid," jawab Bany.
Apoy yang mendengar obrolan itu langsung menimpali.
"Oh begitu, nah... gass ajaahhh..."
Wkwkwkw...
Akhirnya mereka pun sepakat untuk ikut.
Seingat Bany, syaratnya membawakan satu lagu populer dan satu lagu karya sendiri.
Dan seperti biasa, @up-real studio kembali ramai.
Latihan dimulai.
Mbah Emil juga beberapa kali ikut membantu.
Bagi anak-anak Upreal, Mbah Emil memang terkenal dengan teknik sliding-nya.
Suatu hari, Mbah Emil mencoba memberikan contoh bagian gitar kepada Jon.
"Begini Jon cara mainnya. Jadi bagian itu kudu klimaks..."
Lalu jemarinya langsung meluncur di fret gitar.
"Sreeeettt... sreseeeettt..."
Sontak Jon langsung menjawab.
"Kalo begitu gue gak bisa mbaaaahhhh!!!"
Hahaha...
Saat itu Jon juga masih sibuk bekerja.
Pulang pergi Depok-Jakarta.
Dan sejak itu Bany kadang seperti menghalau Mbah Emil kalau mau masuk ruang latihan.
Hahahaha...
Ya berbagai alasan lah.
Hahaha...
Sejalan dengan latihan menuju Festival Band se-Kota Depok, Bany mulai sadar kalau Jon tidak bisa dipaksa.
"Udah Jon, main yang lu nyaman aja. Yang simple-simple aja."
Hahaha...
Suatu hari, saat sedang mengoprek lagu Dewa 19 "Separuh Nafas", Bany mendapat ide beberapa melodi sederhana.
Dan seperti biasa, bunyinya diperagakan menggunakan mulut.
"Teow... teow..."
Ya pokoknya bernada begitu deh.
Wkwkwkw...
Lalu Jon mencari nada yang pas di gitarnya.
Dan pelan-pelan semuanya dikembangkan bersama-sama.
Namun seperti biasa, anak-anak Upreal tidak memilih jalan yang aman.
Lagu populer yang dipilih adalah "Separuh Nafas" milik Dewa 19.
Namun yang diambil hanya melodi vokalnya saja.
Sedangkan musiknya dirombak hampir total.
Padahal salah satu kekuatan lagu tersebut justru ada pada riff intro khasnya.
Dan bagian itu malah tidak dipakai.
"Kalah menang gak begitu penting. Yang penting mencurahkan ide," kata Bany saat itu.
Hahaha...
Wah, gimana jadinya tuh lagu Dewa 19 ala Uprealband?