track-28-final-festival-a-mild-se-depok
Uprealband melangkah ke babak final Festival Band se-Kota Depok 2005.
Acara diadakan pada malam hari di sebuah lapangan di daerah Depok 1. Saat pertunjukan berlangsung, suasana di lapangan menjadi tidak terkendali. Terjadi gesekan dan kekacauan massal di area festival. Kondisinya layaknya panggung festival band pada umumnya, lengkap dengan penerangan yang cukup. Namun, lantai panggung hanya terdiri dari jejeran papan dan terdapat rongga-rongga yang cukup besar. Kadang ada kabel sound atau kabel gitar yang lolos di sela-sela papan itu dan menjuntai ke kolong panggung.
Ada juga kejadian yang aneh, di mana seorang penonton naik ke atas panggung, lalu memberikan uang kepada band yang sedang beraksi sambil meminta lagu. Duh, ini kan lagi festival band, bukan lagi acara hajatan. Benar-benar aneh.
Nah, entahlah apakah karena permintaan itu tidak dipenuhi atau karena hal lain. Bany masih ingat ada beberapa penonton usia tanggung berada di kolong panggung sambil coba-coba meraih kabel-kabel yang menjuntai, bahkan berusaha menarik dan memotongnya.
Kadang penonton memang tidak dapat diprediksi. Ada sekitar ratusan penonton, mungkin bahkan hampir ribuan. Kadang mereka bergerombol ke kanan, ke kiri, maju atau mundur, tidak jelas gerakan serentaknya karena apa. Dan yang lebih parah, terpal yang menutupi perangkat sound system untuk antisipasi jika hujan malah dibakar oleh para penonton.
Akibat kejadian-kejadian itu, pihak panitia akhirnya memutuskan untuk menghentikan acara secara total. Situasi di sekitar panggung sudah tidak aman, sehingga para peserta festival harus dievakuasi dan diamankan ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Ketegangan baru mereda setelah aparat keamanan dan polisi turun langsung ke lapangan untuk menjaga serta mengamankan area panggung.
Di tengah situasi yang kacau dan penuh tekanan tersebut, Uprealband tetap menyelesaikan giliran tampil mereka di panggung. Saat Uprealband turun panggung, MC sempat berkomentar sambil bercanda, "Wah, yang barusan itu band paling rapi ya," yang sontak membuat penonton tertawa.
Saat itu Bany memang memakai dasi. Namun, apakah komentar tersebut ditujukan terhadap outfit atau permainan musik Uprealband, Uprealband sendiri juga tidak tahu. Uprealband juga lupa saat itu membawakan lagu apa.
Memang ada rekaman video final tersebut, tetapi hingga buku ini ditulis, rekaman lengkapnya belum ditemukan. Yang tersisa hanya cuplikan saat final itu, namun dengan audio rekaman lain. Videonya sendiri masih ada di YouTube.
https://www.youtube.com/shorts/ehfDYZLPcsw
Di akhir acara, Uprealband mendapatkan Juara Harapan 2.
Namun, setelah festival selesai, dampak tak terduga justru terjadi. Pihak EO yang menyelenggarakan festival tersebut justru sering menghubungi dan mengundang Uprealband kembali untuk mengisi acara-acara mereka berikutnya, bukan lagi sebagai peserta kompetisi, melainkan sebagai guest star dan mulai mendapatkan fee manggung.
Dari sinilah Uprealband kemudian menjadi akrab dengan Muklis, sosok dari EO MGS Production yang menjadi pihak penyelenggara festival tersebut. Muklis sendiri memang beberapa kali pernah datang ke studio. Namun, Bany sudah agak lupa apakah perkenalan pertama mereka terjadi saat penyerahan piala dan piagam, atau justru setelah Uprealband beberapa kali kembali diundang mengisi acara. Yang jelas, hubungan baik tersebut terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.