track-02-misi-mangga-dua-dan-kedatangan-dari-weleri
Tahun 2004. Di saat formasi Uprealband, band indie asal Depok, masih compang-camping, Obhik justru sedang gila-gilanya dengan dunia komputer. Sebagai kakak tertua Bany yang memegang kendali urusan ngoprek audio, dia sudah punya rencana besar: berburu part PC baru dan beberapa software musik ke kawasan Mangga Dua, Jakarta.
Kebetulan, teman sekolah Obhik yang akrab dipanggil Anus bersedia mengantar menggunakan mobilnya. Bany pun memutuskan untuk ikut nimbrung dalam perjalanan hari itu. Maka berangkatlah mereka bertiga membelah jalanan, dengan posisi Anus di balik kemudi, Obhik di sebelah kiri, dan Bany duduk santai di bangku belakang.
Di dalam mobil yang melaju, obrolan mengalir ke mana-mana sampai akhirnya mendarat pada topik Uprealband. Maklum, Obhik memang sedang sibuk-sibuknya membongkar dan menata ulang lagu-lagu buatan Bany dan Jon, si adik bontot.
Mendengar obrolan kakak-beradik itu, Anus tiba-tiba menengok sedikit ke belakang dan bertanya kepada Bany.
"Band lu katanya gak ada drummer, Ban?"
"Iya, nih, Bro," jawab Bany ringkas, langsung teringat PR besar mereka setelah berhasil merayu Gerry pindah ke posisi bass.
Anus tersenyum lalu menawarkan sebuah solusi yang sama sekali tidak disangka.
"Nah, gue kebetulan ada ponakan tuh, baru datang dari Weleri, Jawa Tengah. Niatnya sih dia mau cari kerjaan di Depok. Tapi ya, selama belum dapat kerjaan, lu ajak aja main band. Dia punya drum kok di rumahnya."
Bany langsung menegakkan posisi duduknya.
"Wah, boleh juga tuh, Bro!"
Pikiran bocah mereka yang menganggap mencari drummer baru itu gampang langsung mendapat jalan keluar konkret. Tanpa proses audisi yang ribet, nama si ponakan langsung dicatat dalam radar.
Beberapa hari kemudian, Uprealband menjadwalkan latihan perdana dengan formasi baru ini. Mereka menyewa sebuah studio musik yang lokasinya tidak jauh dari rumah Bany, yaitu Roxy Studio di Depok.
Di dalam ruang kedap suara itu, untuk pertama kalinya Gerry berdiri memegang gitar bass Maison hijau miliknya, sementara posisi drum diisi oleh anak baru dari Weleri bernama Apoy.
Saat lagu mulai dimainkan, Bany yang berdiri di depan mikrofon mulai merasakan ada yang berbeda dengan fondasi musik mereka. Di tengah-tengah lagu, Bany mendekat dan berbisik ke telinga Gerry.
"Ger... temponya gak lari tuh..."
Gerry, yang jemarinya sedang sibuk menari di atas fretboard bass sambil menjaga ritme, menoleh lalu menyahut dengan nada super yakin.
"Iye, udah deh bener. Gue beneran di bass aja."
Keputusan nekat yang berawal dari obrolan santai di Pasar Festival Ancol terbayar lunas hari itu. Gerry terbukti jauh lebih solid dan nyaman saat menjaga groove di lini belakang.
Setelah sesi latihan di Roxy Studio selesai, Apoy secara resmi diangkat menjadi drummer baru Uprealband. Teka-teki personel akhirnya lengkap.
Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Tak lama setelah resmi bergabung, Apoy mendadak pamit untuk mudik ke kampung halamannya di Weleri, Jawa Tengah. Bukan cuma seminggu atau dua minggu, tetapi untuk waktu yang terhitung cukup lama.
Di tengah studio yang kembali sepi, Bany dan Jon hanya bisa saling pandang. Pertanyaan besar langsung menggantung di kepala mereka.
Ini anak sebenarnya serius gak sih sama Uprealband? Baru juga gabung, kok udah ditinggal mudik lama amat?
Jawabannya ternyata baru akan mereka temukan pada perjalanan berikutnya.
Tokoh
- Bany
- Jon
- Gerry
- Obhik
- Apoy
- Anus
Tempat
- Depok
- Mangga Dua
- Jakarta
- Weleri
- Jawa Tengah
- Roxy Studio
- Pasar Festival Ancol
Tahun
- 2004
Topik
- Band indie Indonesia
- Band indie Depok
- Pergantian personel
- Drummer
- Bassist
- Studio musik
- Musik Indonesia
- Era 2000-an
- Uprealband