PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 03 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 03

track-03-sersan-serius-tapi-santai-alur-tersasar

Tahun 2004. Hari berganti minggu, tetapi kabar dari Apoy yang pulang ke Weleri, Jawa Tengah, masih nihil. Masa itu jelas berbeda dengan era digital sekarang. Belum ada WhatsApp, belum ada video call, dan biaya telepon antarkota pun masih terasa mahal. Keberadaan drummer baru Uprealband seolah berubah menjadi misteri yang menggantung.

Di tengah ketidakpastian itu, Bany berhasil meminjam sebuah handycam dari teman kerjanya. Memegang kamera berukuran bongsor tersebut langsung memicu memori lama. Dulu, saat Uprealband masih diperkuat oleh bassist sebelumnya, mereka sempat iseng membuat video klip sederhana.

Begitu handycam sudah berada di tangan, otak kreatif Bany langsung berputar.

"Jon, mumpung ada handycam nih. Gimana kalau kita bikin video klip lagi? Tapi kali ini pakai formasi baru, pas Apoy balik nanti," cetus Bany antusias.

Jon terdiam sejenak. Namun isi kepalanya ternyata sedang melompat ke jalur yang berbeda. Sebagai anak bontot yang praktis dan doyan berhitung, dia punya ide lain yang dirasa lebih mendesak.

"Ban, kemarin 'kan kita sempat bikin kaos band pakai jasa orang lain, tapi biayanya lumayan menguras kantong," ujar Jon membuka argumen. "Kenapa gak kita bikin sendiri aja?"

Bany menimbang ide itu. Masuk akal juga. Sebagai band indie asal Depok yang modalnya pas-pasan tetapi pengin gayanya tetap pol, efisiensi biaya adalah jalan ninja.

"Hmmm... boleh juga tuh, Jon. Ntar gue cari tahu caranya," sahut Bany setuju.

Maka, rencana membuat video klip musik yang sudah berada di depan mata langsung belok arah tanpa rambu-rambu. Selang beberapa hari kemudian, kaki Bany bukan melangkah ke lokasi syuting, melainkan terdampar di sebuah toko buku.

Misinya hanya satu: berburu buku panduan sablon manual.

Uprealband kembali tersasar dari jalur utamanya. Band lain di Depok mungkin sedang sibuk latihan dan mengulik lagu di studio musik, sementara personel Uprealband justru sibuk membaca tutorial mencampur cat, mengenali ukuran screen, dan memahami teknik menggesut sablon.

Niat awalnya ingin memperjelas nasib karya band, tetapi ujung-ujungnya malah mendalami dunia usaha konveksi rumahan.

Namun ya begitulah mereka. Selalu menemukan cara paling out-of-the-box dan irit biaya untuk menikmati prosesnya.

Dan tanpa mereka sadari, keputusan kecil yang lahir dari sebuah handycam pinjaman itu perlahan mulai menyeret perjalanan Uprealband ke arah yang sama sekali tidak mereka duga.


Tokoh

  • Bany
  • Jon
  • Apoy

Tempat

  • Depok
  • Weleri
  • Jawa Tengah

Tahun

  • 2004

Topik

  • Band indie Indonesia
  • Band indie Depok
  • Video klip
  • Handycam
  • Sablon manual
  • Konveksi rumahan
  • Musik Indonesia
  • Era 2000-an
  • Uprealband

Navigasi Track

⬅️ Track 02 - Misi Mangga Dua dan Kedatangan dari Weleri

➡️ Track 04 - Workshop Kontrakan dan Experimen Absurd