PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 15 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 15

track-15-bonus-air-mineral-dan-aturan-studio

Setelah merasa studio sudah lumayan siap dipakai, anak-anak Uprealband dan crew pun mengadakan rapat kecil. Ya gak resmi-resmi amat sih, cuma ngobrol-ngobrol buat nentuin harga sewa studio per jam.

Jon waktu itu punya ide sederhana. Menurutnya, kalau bisa harga sewa sekalian saja sudah termasuk empat gelas air mineral. Jadi anak-anak band yang latihan gak perlu repot beli minum lagi. Ide itu pun langsung disetujui.

Bany juga ikut kasih usul. Menurutnya, setiap band yang latihan sebaiknya mengisi data-data sederhana seperti nama band, nomor kontak, sampai alamat. Siapa tahu suatu saat ada info event atau kesempatan manggung, mereka bisa dikabari. Ya istilah sekarang mungkin database, tapi waktu itu sih pokoknya dicatat saja dulu, hehehe...

Obhik juga ngingetin kalau harus ada aturan yang jelas. Soalnya kalau ada alat rusak pas dipakai latihan, siapa yang tanggung jawab? Masa iya semuanya langsung pura-pura gak tahu, wkwkwk. Akhirnya beberapa aturan mulai disusun.

Bany sendiri sudah lupa siapa yang mendesainnya. Tapi yang jelas, aturan itu benar-benar dibuat. Setelah dicetak, semuanya dimasukkan ke dalam pigura layaknya foto, lalu dipajang di dinding ruang tamu studio supaya gampang dibaca semua orang.

Seiring berjalannya waktu, Obhik bahkan sempat membuat semacam bumper lagu. Isinya suara narator yang menyambut para pengunjung.

"Selamat datang di UP-REAL Studio, selamat belajar, berlatih, dan berkarya..."

Kalau tidak salah, penyusunan bumper ini juga dibantu oleh Lia.

Sedikit demi sedikit, semuanya mulai terasa seperti studio latihan sungguhan. Tarif sudah ada, aturan sudah ada, bahkan suara penyambut pun sudah ada.

Tinggal satu hal yang masih kurang.

Masa studio latihan sudah siap, tapi orang-orang yang lewat gak tahu kalau di situ ada UP-REAL Studio, hehehe...

Dan benar saja, tidak lama kemudian anak-anak Uprealband dan crew mulai memikirkan bagaimana caranya supaya keberadaan studio kecil mereka bisa terlihat dari jalan.

Yuk, intip kelanjutannya di halaman berikutnya....

Navigasi Track

⬅️ Track 14 - Kipas Angin, Debu, dan Test Sound Pertama

🏠 Kembali ke Beranda