track-22-radio-gelap-jatijajar
Selepas berbagai kesibukan dan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, perhatian anak-anak Upreal perlahan kembali ke satu hal.
Musik.
Karena walaupun studio sudah berdiri, berbagai kegiatan mulai berdatangan, dan pengalaman baru mulai bertambah, mereka tetap ingin memperbaiki lagu-lagu mereka sendiri.
Rekaman-rekaman EP awal sebenarnya sudah ada.
Namun semuanya masih terasa sederhana.
Di masa itu, anak-anak Upreal masih sering berhubungan dengan Iwel. Seorang gitaris yang sebenarnya sudah dikenal Gerry, Bany, dan Jon jauh sebelum formasi Uprealband yang sekarang terbentuk.
Dulu mereka memang sudah sering latihan bareng.
Jadi ketika melihat anak-anak Upreal masih semangat berkarya, Iwel pun ikut membantu.
Saat itu Iwel juga mempunyai band dan studio sendiri.
Dan dari situlah muncul ide untuk mencoba mengenalkan lagu-lagu Uprealband melalui sebuah radio komunitas atau radio gelap di daerah Jatijajar, Depok.
Nama radionya Bany sudah mulai agak lupa.
Hehehe...
Di fase ini, Obhik juga mulai menggarap rekaman dengan lebih serius layaknya seorang sound engineer.
Sudah mulai mencoba take vokal menggunakan komputer dan soundcard seadanya.
Kalau tidak salah masih zamannya Sound Blaster.
Karena kebutuhan itulah, beberapa lagu lama mulai dibongkar kembali.
Semua instrumen diulang.
Semua materi diperiksa lagi.
Dan semuanya mulai dikerjakan lebih serius.
Di tengah berbagai kesibukan itu, lagu "Harap Maklum" ikut direkam ulang.
Dan seperti biasa, ada saja kejadian lucu.
Bany hanya sempat melakukan satu kali take vokal.
Karena lagunya sudah ditunggu Iwel untuk dibawa ke radio gelap Jatijajar.
Dan setelah mendengarkan hasilnya, Obhik langsung bilang.
"Udah, cukup."
Ya sudah.
Dipakai saja.
Dan anehnya, take vokal itu akhirnya terus bertahan.
Lucunya lagi, saat mixing, Apoy mulai memasukkan beberapa sound sampling yang saat itu terasa lebih modern.
Bahkan ketika album Evolution mulai disusun beberapa tahun kemudian, vokal tersebut tetap dipakai.
Tidak direkam ulang.
Hahaha...
Tidak ada seorang pun yang menyangka, beberapa lagu yang saat itu dikerjakan sambil lalu ternyata masih terus bertahan.
Yuk, intip kelanjutannya di halaman berikutnya....
Navigasi Track
⬅️ Track 21 - Perpisahan Derry
🏠 Kembali ke Beranda