track-30-menuju-jammin-on-the-street
Salah satu yang sering nongkrong di studio saat itu adalah Lia dan Glen. Sosok Lia sendiri sudah cukup dikenal di lingkungan Uprealband bahkan sebelum bergabungnya Apoy.
Lia lah yang pernah membantu Uprealband saat melakukan rekaman live di Wings Studio, Depok 1. Saat itu Glen, yang merupakan pacar Lia sekaligus teman Obhik, juga ikut membantu.
Dari hasil rekaman live tersebut, Obhik, Lia dan Glen kemudian mencoba mengolahnya agar terdengar seperti rekaman multi track. Pada masa itu posisi bass Uprealband masih kosong, sehingga Glen mengisi permainan bassnya. Sedangkan Lia ikut mengisi backing vocal pada lagu "Terbang Melayang".
Ketika studio mulai jadi pun, Lia tetap sering berada di sana. Dan suatu saat, Lia mengabarkan bahwa Jammin On The Street yang kedua akan kembali digelar.
Pada gelaran yang pertama, Uprealband sebenarnya juga hadir, namun belum ikut mengisi acara tersebut. Bany masih ingat, saat itu Derry sempat ikut jamming bersama Mbah Emil di gitar membawakan lagu "Smoke on the Water".
Menjelang gelaran yang kedua, malah tercetus ide untuk membuat kaos khusus hanya untuk acara tersebut. Beberapa waktu kemudian, Lia memberikan desain gambarnya kepada Uprealband untuk dijadikan cetakan screen sablon.
Desainnya sederhana.
Hanya berbentuk lingkaran.
Di tengahnya terdapat gambar menyerupai zebra cross.
Dan di bawahnya tertulis:
Jammin On The Street.
Maka dibuatlah beberapa kaos oleh @UP-REAL Production.
Bahkan sudah direncanakan, saat acara digelar nanti, kaos-kaos tersebut akan digantung menggunakan gantungan baju ala distro-distro kecil, lalu dibungkus plastik.
Hehehe...
Namun di tengah ramainya teman-teman yang sibuk membuat kaos, Bany malah asyik bermain gitar sendiri.
Saat itu Bany hanya iseng mengambil gitar akustik yang memang sering berada di ruang tamu studio. Gitar itu merupakan gitar miliknya yang dibeli sejak masih zaman sekolah. Sebuah gitar baru merek Genta.
Lucunya, gitar itu dibeli bersama Aqew di daerah Pasar Cibinong. Kalau tidak salah, nama tokonya Queen.
Saat itu harganya sekitar delapan puluh ribu rupiah.
Dan jangan salah.
Pada akhir tahun 90-an, delapan puluh ribu rupiah bukanlah angka yang kecil bagi anak sekolah.
Hahaha...
Bahkan tidak lama kemudian, Aqew ikut membeli gitar yang sama di toko yang sama.
Lucunya lagi, harganya sudah naik menjadi delapan puluh dua ribu rupiah.
Wkwkwkw...
Dan entah kenapa, hal-hal kecil seperti itu justru masih diingat sampai sekarang.
Namun justru gitar sederhana itulah yang menemani Bany sejak masa sekolah.
Dan gitar tersebut ternyata masih ada sampai sekarang.
Bahkan beberapa waktu lalu sempat diperbaiki karena anak Bany ingin belajar gitar. Namun namanya juga masih anak SD, ya tahu sendiri, kadang semangat, kadang cepat bosan.
Hahaha...
Lucunya lagi, gitar tersebut selalu mengingatkan Bany pada masa ketika dirinya masih menjadi seorang Slankers.
Karena di ujung kepala neck gitar itu, tulisan merek Genta sengaja ditutupi dengan sebuah tulisan "SLANKERS" yang dibuat dari besi lalu dilapisi resin.
Kurang lebih seperti papan nama kecil.
Namun ukurannya dibuat mengikuti lebar kepala gitar.
Jadi kalau dilihat dari depan, orang malah bisa mengira merek gitarnya adalah "SLANKERS".
Hahaha...
Dan entah mendapat ilham dari mana, saat itulah Bany mulai memainkan gitar tersebut dan perlahan membuat lagu "Kala Malam".
Sebuah lagu yang bercerita tentang bagaimana seseorang kadang bisa merasa kesepian, walaupun berada di tengah keramaian.
Namun Bany sendiri sudah lupa, apakah saat itu dirinya sedang putus cinta atau tidak.
Wkwkwk...
Lucunya, lagu tersebut kelak benar-benar masuk ke dalam album Evolution tahun 2009.
Dan menjadi satu-satunya lagu dengan lirik terpendek di album tersebut.
Hanya terdiri dari dua kalimat.
Dan dibawakan secara akustik hanya dengan petikan gitar Jon saja.
Jadi sementara teman-teman yang lain sedang sibuk membuat kaos untuk Jammin On The Street, Bany malah sibuk membuat lagu.
Dan mungkin tidak ada seorang pun yang menyangka saat itu.
Bahwa dari sebuah gitar Genta yang dibeli dua anak sekolah di Pasar Cibinong, diam-diam sedang lahir sebuah lagu yang kelak ikut mengisi album Evolution.
Hahaha...