PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 07 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 07

track-07-ekspansi-tim-sablon-uprealband-anomali-studio-musik

Kesibukan di konveksi rumahan @up-real production yang makin gila-gilaan setelah proyek besar anak sekolah itu jelas butuh tambahan tenaga. Di saat krusial itulah, sepupu keluarga Bany datang dari kampung Jawa ke Depok. Niat awalnya sih mau cari kerja, eh malah berakhir asyik ikut terjebak dan bantuin jagat persablonan yang lagi padat-padatnya. Namanya Opang.

Seiring berjalannya waktu, Opang didorong untuk mengikuti kursus sablon dari lembaga resmi biar keahlian teknisnya makin jago. Kehadiran Opang ini membuat pembagian tugas di dalam workshop yang makin sempit menjadi lebih teratur.

Di masa-masa itu juga, rombongan rekan kerja Ahenk dari Pabrik MEIWA yang penasaran akhirnya benar-benar datang mengunjungi kontrakan Babe. Kondisi markas saat itu sudah penuh sama jemuran sablonan, tumpukan kertas kue cokelat, dan katalog darurat. Tapi anehnya, teman-teman Ahenk ini sama sekali gak kaget saat melangkah masuk. Mungkin sebelumnya mereka udah dikasih tahu sama Ahenk kalau logo @up-real yang ada di dada mereka itu sebenarnya adalah sebuah nama band indie. Mereka malah support banget sama band ini dan janji bakal datang menonton kalau ada kabar manggung.

Bicara soal proyek massal tour perpisahan ke Yogyakarta kemarin, semuanya memang dikerjakan bareng-bareng secara gotong royong. Pada masa itu, Dewa sedang berada dalam semangat terbaiknya. Dia ikut turun tangan dan totalitas bantu-bantu memeras keringat. Seingat Bany, dari proyekan satu angkatan itu si Dewa mendapatkan bagian duit yang lumayan banget. Jumlah yang di zaman itu berasa sangat berarti bagi Dewa setelah ikut berjuang di tengah kepulan asap pasta sablon.

Lucunya, pas berbagai pekerjaan sudah mulai menghasilkan perputaran duit, mereka baru ngeh dengan kondisi aset yang ada. Uprealband posisinya sudah punya drum seken murah yang waktu itu dibeli sama Jon, plus mereka juga sudah memegang satu bass elektrik.

Padahal, tempat buat studionya saja belum ada. Kalau dipikir-pikir sekarang, urutan pengadaan barangnya memang kocak dan aneh. Tapi dari awal, Uprealband memang selalu penuh anomali yang berjalan di luar perkiraan.

Dari obrolan di tengah kontrakan yang makin sesak oleh alat sablon, drum, dan bass itulah, mulai muncul satu pertanyaan baru.

"Lha..."

"Kenapa nggak bikin studio sendiri sekalian?"

Hahaha...


Navigasi Track

⬅️ Track 06 - Kontrakan Makin Sempit dan Kembalinya Sebuah Tanda 🏠 Kembali ke Beranda