PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 08 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 08

track-08-strategi-proposal-studio-musik-dan-negosiasi-babe

Jon mulai menghitung keuntungan yang didapat dari dunia bisnis sablon setelah beberapa proyek besar kemarin tembus. Ditambah lagi, ada pemasukan tambahan dari hasil penyewaan tenda mini. Jadi pada masa itu, Uprealband dan kru terkadang suka ikutan jualan kaos-kaos produksi mereka sendiri ke pasar kaget terdekat yang cuma digelar setiap Sabtu dan Minggu. Lapaknya di sepanjang Jalan Raya Merdeka, jalur yang tembus dari arah Depok Timur menuju Depok II. Nah, untuk keperluan jualan di gelaran itulah Uprealband patungan membeli sebuah tenda mini. Biar makin produktif, kalau di hari biasa lagi kosong, tenda mini itu terkadang mereka sewakan juga ke orang lain yang lagi ada acara di wilayah sekitar, walaupun dengan tarif seikhlasnya saja. Dari sinilah Jon dan Bany akhirnya tercetus ide buat bikin studio musik sendiri.

Tapi mewujudkan ide itu jelas butuh strategi. Malamnya, Bany mulai memutar otak tentang bagaimana caranya agar sekat kontrakan sebelah yang saat itu masih diisi penyewa bisa diizinkan oleh Babe untuk dipakai sebagai studio musik kalau kelak sudah kosong. Masalahnya, pendengaran Babe sudah mulai berkurang. Kalau diajak ngomong secara lisan, biasanya maksudnya belum sampai, tapi Babe sudah keburu marah-marah duluan. Hahaha... Untungnya, Bany ingat betul kalau Babe itu tipe orang yang tertib administrasinya kuat. Dari situ muncul ide nekat: kenapa gak bikin proposal tertulis saja?

Malam itu juga, Bany mulai mengetik sendirian di tengah lokasi sablon. Dia menyusun surat permohonan tertulis beserta segala poin perjanjian agar bisa disetujui Babe. Salah satunya, Bany menjamin kalau studio akan dibangun dengan biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh Uprealband. Selain itu, ada aturan saklek: gak boleh ada narkoba atau minuman beralkohol di dalam lingkungan tersebut.

Bahkan di dalam proposal itu, Bany dengan jujur menulis kalau Babe harus ikhlas gak dapat pemasukan bulanan lagi dari kontrakan itu karena fungsinya bakal berubah fungsi total. Sebagai gantinya, kompensasi yang ditawarkan Bany cuma satu: Babe diberikan hak penuh buat mengawasi anak-anaknya langsung di studio tersebut. Kebetulan, saat itu seluruh anak laki-laki Babe memang lagi sibuk berkecimpung di sana; Bany sebagai vokalis Uprealband, Jon gitarisnya, dan Obhik yang nantinya bakal jadi Sound Engineer studio.

Lagipula, posisi kontrakan Babe itu dekat banget, cuma berjarak sekitar 10 meter saja dari rumah tinggal Babe sendiri—hanya berselang satu rumah dan gak berhimpitan langsung. Jadi, urusan pantau-memantau bakalan jauh lebih gampang.

Bany juga menegaskan di proposal kalau Babe punya hak mutlak buat langsung menghentikan dan menutup total kegiatan studio kapan saja kalau Babe bisa membuktikan ada pelanggaran terkait narkoba, minuman keras, atau sejenisnya. Besok paginya, proposal nekat itu langsung diprint sama Bany dan diserahkan langsung ke tangan Babe.

apa proposal ini akhirnya di setujui babe ?

Navigasi Track

⬅️ Track 07 - Ekspansi Tim Sablon Uprealband Anomali Studio Musik 🏠 Kembali ke Beranda