PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 19 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 19

track-19-dvd-konser-dan-apoy-100-km-jam

Setelah acara ulang tahun Rini selesai, Derry ternyata tetap baik-baik saja. Pertemanan tetap jalan, nongkrong di studio juga masih seperti biasa.

Sementara itu, Uprealband mulai kembali latihan dengan formasi lengkap setelah Apoy bergabung. Maklum, selain Apoy, personel lainnya sudah mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Gerry bahkan saat itu sudah menikah dan punya anak.

Di masa inilah Apoy mulai mendengarkan lagu-lagu Uprealband yang sebelumnya sudah dibuat dalam bentuk EP (Mini Album).

"Iya lagunya bagus, tapi jadul. Berasa 90-an banget hahaha..."

Mendengar komentar itu Bany cuma tertawa. Ya mau gimana lagi, memang lagu-lagu itu dibuat dari perjalanan panjang mereka sejak tahun 90-an.

Akhirnya Bany punya ide. Ruang tamu studio dibelikan televisi dan DVD Player. Mulailah Bany berburu berbagai DVD music lesson dan video konser. Ada GNR Live Tokyo, Nirvana, sampai video-video Stage Act Lesson. Pokoknya apa saja yang berhubungan dengan musik dan pertunjukan, dibeli dan ditonton bersama.

Bany tahu yang lain sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Sedangkan Apoy masih punya waktu lebih untuk menyerap berbagai informasi baru. Makanya Bany sering minta bantuan Apoy untuk terus mengikuti perkembangan musik yang sedang terjadi dan nanti dibahas saat latihan atau ketika personel lengkap.

Dan memang, kalau latihan, Apoy seperti mobil yang sudah melaju 100 km/jam, sedangkan yang lain masih di kecepatan 60 km/jam, hahahahaha...

Menyadari hal itu, yang lain juga tidak mau ketinggalan. Gerry ternyata sering main ke rumah Glen untuk belajar bass. Glen adalah bassist senior yang dulu sempat mengisi bass saat Uprealband menggarap EP, karena pada masa itu posisi bassist memang masih kosong, sedangkan Gerry sendiri masih berada di posisi drum.

Sejalan waktu, makin banyak teman dan musisi yang main ke studio. Ada yang sekadar nongkrong, ada juga yang berbagi ilmu. Salah satu yang cukup sering datang adalah Mbah Emil, begitu anak-anak Uprealband biasa memanggilnya.

Buat mereka, Mbah Emil termasuk gitaris legendaris yang masih hidup, hahaha... Main gitarnya jago dengan teknik sliding-nya yang khas.

Pernah suatu saat Mbah Emil memberi contoh kepada Jon.

"Begini Jon, speed begini..."

Sreeeetttt.... settttt....

Jon langsung angkat tangan.

"Gue gak bisa Mbah kalau kayak begitu!!!"

Melihat itu, Apoy malah terlihat sedikit kecewa. Mungkin baginya kesempatan seperti itu adalah kesempatan emas. Diajarin langsung tanpa bayar pula, hahaha...

Selain teknik gitar, Mbah Emil juga sempat ngajarin berbagai hal tentang aransemen musik.

Masa-masa itu memang amburadul-amburadulnya. Semua orang seperti sedang belajar lagi dari awal. Tidak ada yang gengsi untuk bertanya, tidak ada yang malu untuk belajar.

Di masa yang sama, Jon juga memberanikan diri membeli handycam Panasonic CCD secara kredit. Kalau tidak salah, saat itu CCD termasuk yang paling oke kualitasnya. Maklum, ini masih tahun 2005, hehehe...

Dan tanpa disadari, handycam itu kelak menjadi salah satu senjata penting Uprealband. Berkat kamera itulah dokumentasi perjalanan mereka akhirnya bisa tersimpan cukup lengkap hingga sekarang.

Pelan-pelan, Uprealband mulai berani manggung lagi. Salah satunya mengikuti festival band yang diselenggarakan oleh Universitas Jayabaya di Jalan Raya Bogor.

Saat itu mereka membawakan lagu ciptaan sendiri yang berjudul "Rindu". Mereka kompak memakai kaos hitam bersablon logo @up-real. Ahenk pun hadir menonton sambil mengajak teman-temannya.

Nah di sela-sela menunggu giliran tampil, ada satu kejadian yang sampai sekarang masih bikin anak-anak Uprealband ketawa kalau mengingatnya.

Entah kenapa Gerry yang memang orangnya gampang akrab langsung sok kenal dengan salah satu penonton.

"Woy, anak mana lu?" tanyanya.

Sambil ngomong begitu, Gerry langsung merangkul orang itu dari belakang.

Masalahnya, dengan badan Gerry yang tinggi besar, ditambah gaya kerjanya yang saat itu memang di bidang keamanan, rangkulan itu malah lebih mirip pegangan orang yang mau ngangkat orang buat dibanting daripada ngajak kenalan, wkwkwkwk...

Sontak Bany, Jon, dan yang lain langsung waswas.

"Duh Ger, gaya gawe jangan dibawa-bawa..." pikir mereka dalam hati.

Maklum, saat itu Gerry memang masih agak temperamen. Makanya dulu waktu Bany dan Jon mau membujuk dia pindah posisi jadi bassist, Bany bahkan lebih memilih nunggu di luar rumah Gerry dulu, hahahahaha...

Untungnya orang yang dirangkul itu santai dan malah ikut ketawa. Kalau enggak, mungkin sebelum tampil di festival, Uprealband sudah lebih dulu tampil di ring tinju, hahaha...

Selain lagu "Rindu", Bany sudah agak lupa lagu kedua yang dibawakan. Untungnya, penampilan saat itu sempat direkam menggunakan handycam. Dan lucunya, bukan cuma aksi di atas panggung saja yang terekam.

Ada juga rekaman setelah acara selesai. Terlihat anak-anak Uprealband berjalan bersama Ahenk keluar dari area kampus menuju parkiran motor. Bukannya muka murung karena kalah, mereka malah terlihat ketawa-ketawa seperti habis pulang nongkrong biasa.

Dan hasil festivalnya?

UPREALBAND GAK JUARA HAHAHAHAHA!!!

Tapi memang gak ada yang sedih.

Buat mereka, bisa manggung lagi, ketemu teman-teman, dan pulang bareng sambil ketawa-ketawa saja rasanya sudah menyenangkan.

Mungkin karena sejak awal, anak-anak Uprealband memang lebih menikmati perjalanannya daripada mengejar pialanya.

Dan pelan-pelan, mereka mulai sadar kalau perjalanan mereka ternyata masih panjang.

Walaupun kadang masih seperti mobil 60 km/jam yang berusaha mengejar Apoy yang sudah ngebut di 100 km/jam, hahahahaha...

Lucunya, saat itu Jon yang masih sering angkat tangan kalau diajari Mbah Emil, sama sekali belum menyangka kalau beberapa tahun kemudian, tepatnya saat tour beberapa kota pada tahun 2009, dirinya justru sering mendapat pujian dari gitaris-gitaris band lain.

"Bunyi gitar rekaman sama live lu kok sama sih?"

"Sound gitarnya bikin gimana?"

"Belajar dari mana?"

Kurang lebih pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang nantinya sering didengar Jon.

Padahal kalau mengingat masa-masa tahun 2005 ini, Jon masih sering berkata,

"Gue gak bisa Mbah kalau kayak begitu!!!"

Dan siapa sangka, orang yang dulu masih suka kebawa gaya kerja dan terkenal agak temperamen itu pun, kelak juga akan mengalami perubahan yang cukup besar dalam hidupnya.

Tapi itu semua masih beberapa tahun lagi.

Saat itu, anak-anak Uprealband cuma tahu satu hal.

Mereka sedang menikmati perjalanan.

Dan ternyata, perjalanan itu masih panjang.

Yuk, intip kelanjutannya di halaman berikutnya....

Navigasi Track

⬅️ Track 18 - ...

🏠 Kembali ke Beranda