PERJALANAN UPREALBANDDOCUMENTATION · DEPOK · SINCE 2004
BAB 20 / 31PERJALANAN UPREALBAND
TRACK 20

track-20-band-terbaik-yang-gak-tahu-kalau-menang

Latihan terus berjalan seperti biasa. Sesekali Mbah Emil masih datang membantu aransemen lagu-lagu Uprealband. Seperti biasa, tidak ada yang terlalu serius. Kadang latihan, kadang ngobrol, kadang malah lebih banyak ketawanya, hahaha...

Di masa itu Uprealband sempat mengikuti sebuah pagelaran musik yang diselenggarakan tidak jauh dari rumah om-nya Apoy. Ya masih beberapa blok dari lokasi studio. Kalau tidak salah, acara tersebut diikuti sekitar 36 peserta. Tidak ada juara satu, dua, atau tiga. Panitia hanya memilih satu band terbaik dari seluruh peserta.

Bany masih ingat suasananya. Acara digelar di lapangan tengah lingkungan Perumnas. Backdrop panggungnya dominan warna putih. Entah kenapa yang masih membekas di ingatan Bany justru kondisi depan panggungnya. Permukaannya seperti peluran semen, namun dipenuhi kerikil dan batu-batu kecil.

Hari itu Uprealband tampil siang hari. Parkiran motor peserta berada agak jauh dari lapangan. Setelah selesai manggung, seperti biasa mereka kembali ke studio.

Tidak ada yang aneh.

Semua normal.

Ngobrol, ketawa-ketawa, lalu satu per satu kembali ke dunia masing-masing. Maklum, personelnya memang sudah sibuk bekerja, hehehe...

Sedangkan Apoy, Bany sendiri sudah agak lupa apakah saat itu Apoy sudah mulai tidur di studio atau masih sering pulang ke rumah om-nya.

Seminggu kemudian, anak-anak Uprealband kembali berkumpul di studio seperti biasa.

Tiba-tiba Derry datang bersama seseorang sambil membawa sebuah piala.

"Ini Uprealband khan?" tanyanya.

"Iya..." jawab mereka heran.

"Parah lu semua ya. Ditungguin gak nongol-nongol. Band elu kemarin jadi band terbaik tahu nggak?"

Sontak semua personel langsung saling pandang.

"Hah?"

"Ini pialanya. Dari kemarin gak diambil-ambil. Haduh... parah!"

Personel Uprealband langsung bengong.

"Seriusss?"

"Iya serius. Ini ada hadiah duitnya juga tahu!"

"Wah... duh, sorry ya. Makasih..."

"Kacau kalian. Ya sudah gue pamit ya."

Setelah orang itu pulang, anak-anak Uprealband masih melihat-lihat piala itu sambil ketawa sendiri.

Mereka benar-benar gak tahu kalau ternyata seminggu sebelumnya terpilih sebagai band terbaik.

Padahal setelah manggung, mereka pulang seperti biasa. Nongkrong di studio, ketawa-ketawa, lalu kembali lagi ke pekerjaan masing-masing.

Maklum, anak-anak Uprealband memang bukan tipe orang yang habis manggung lalu mondar-mandir di depan panggung menunggu pengumuman, hahaha...

Melihat ada hadiah uang juga, Bany langsung berkata,

"Woy Der, ini dapat hadiah duit. Sudah buat lu saja. Kemarin khan lu yang repot bantuin kita pas manggung."

Derry yang saat itu memang masih sekolah langsung tersenyum.

"Wah makasih mas."

Memang, Derry saat itu sudah seperti bagian dari keluarga UP-REAL Studio. Selain sering nongkrong, ia juga sering membantu berbagai keperluan, bahkan kadang menginap di studio.

Kalau mengingat kejadian itu sekarang, Bany kadang masih suka ketawa sendiri.

Mungkin cuma Uprealband yang bisa terpilih menjadi band terbaik...

...tapi baru tahu seminggu kemudian.

HAHAHAHA...

Dan seperti biasa, setelah semua kegembiraan itu berlalu, anak-anak Uprealband kembali menjalani kehidupan mereka. Bekerja, latihan, nongkrong, lalu berkumpul lagi di studio.

Mereka sama sekali belum tahu bahwa perjalanan mereka ternyata masih akan membawa banyak kejutan lainnya.

Yuk, intip kelanjutannya di halaman berikutnya....

Navigasi Track

⬅️ Track 19 - DVD Konser dan Apoy 100 KM/JAM

🏠 Kembali ke Beranda